Energi tidal atau energi pasang surut barangkali kurang begitu dikenal dibandingkan dengan energi samudera yang lain seperti energi ombak (wave energy). Jika dibandingkan dengan energi angin dan surya, energi tidal memiliki sejumlah keunggulan antara lain: memiliki aliran energi yang lebih pasti/mudah diprediksi, lebih hemat ruang dan tidak membutuhkan teknologi konversi yang rumit. Kelemahan energi ini diantaranya adalah membutuhkan alat konversi yang handal yang mampu bertahan dengan kondisi lingkungan laut yang keras yang disebabkan antara lain oleh tingginya tingkat korosi dan kuatnya arus laut.
Saat ini baru beberapa negara yang yang sudah melakukan penelitian secara serius dalam bidang energi tidal, diantaranya Inggris dan Norwegia. Di Norwegia, pengembangan energi ini dimotori oleh Statkraft, perusahaan pembangkit listrik terbesar di negara tersebut. Statkraft bahkan memperkirakan energi tidal akan menjadi sumber energi terbarukan yang siap masuk tahap komersial berikutnya di Norwegia setelah energi hidro dan angin. Keterlibatan perusahaan listrik besar seperti Statkraft mengindikasikan bahwa energi tidal memang layak diperhitungkan baik secara teknologi maupun ekonomis sebagai salah satu solusi pemenuhan kebutuhan energi dalam waktu dekat.

Pembangkit listrik tenaga tidal terapung. Turbin-turbin air dan mesin-mesin listrik terletak di bawah air, hanya bagian atas dari pembangkit listrik tersebut yang tampak diatas permukaan laut (Sumber: Statkraft)
Perlu diketahui bahwa potensi energi tidal di Indonesia termasuk yang terbesar di dunia, khususnya di perairan timur Indonesia. Sekarang inilah saatnya bagi Indonesia untuk mulai menggarap energi ini. Jika bangsa kita mampu memanfaatkan dan menguasai teknologi pemanfaatan energi tidal, ada dua keuntungan yang bisa diperoleh yaitu, pertama, keuntungan pemanfaatan energi tidal sebagai solusi pemenuhan kebutuhan energi nasional dan, kedua, kita akan menjadi negara yang mampu menjual teknologi tidal yang memberikan kontribusi terhadap devisa negara. Belajar dari India yang mampu menjadi salah satu pemain teknologi turbin angin dunia (dengan produk turbin angin Suzlon), maka tujuan yang kedua bukanlah hal yang terlalu muluk untuk kita wujudkan.
Informasi terkait:
saya ingin bertanya:
1.Bagaimana tahapan yang harus dilakukan untuk menginstall suplai
Listrik tersebut khususnya bila dipakai pada level rumah tangga?
2.Bagaimana proses konversi energi yang terjadi dan berapa lama usia
sumber energi tersebut dapat dimanfaatkan ?
3.Bagaimana proses perawatannya?
4.Apakah sudah ada di Indonesia?bila ada dimana?
terima kasih sebelumnya,jawaban dari penulis sangat saya harapkan…
jawaban bisa dikirim ke email saya, thoriqgrady@yahoo.com…
entri artikel ini akan saya sebar luaskan untuk menambah pengetahuan dan wawasan kita tentang energi alternatif…
KALAU KITA AKAN MEMANFAATKAN ENERGI TIDAL KITA JUGA HARUS MENGETAHUI BAHWA AIR LAUT TINGKAT KOROSI SANGAT KUAT DAN KALAU KITA BISA MEELIHAT BAHWA ENERGI TIDAL TERSEBUT AKAN MENJADIKAN KITA TIDAK AKAN KEKURANGAN ENERGI LISTRIK YANG SELAMA INI KITA TERUS KEKURANGAN,.
Dengan Hormat,
Kami tertarik untuk pembaharuan energi di negara tercinta ini.
Bagaimana, kami bisa mendapatkan proposal lengkap untuk dapat merealisasikan ide tersebut.
Hormat kami,
Agus Mohammad SP
saya dari mahasiswa elektro..
ingin bertanya apakah ada tim yang secara khusus dibentuk untuk melakukan penelitian energi tidal??
jika ada, apakah mahasiswa dapat ikut ambil bagian dalam penelitian tersebut?
karena saya ingin untuk bisa bergabung bersama mencari solusi untuk negeri Indonesia ini..
Terima kasih
yo itu bener…SDA harus dimanfaatkan sendiri..